ITATS

|

TIM ROKET AIR -RAIH JUARA I ITATS

December 18, 2011

Tengah malam jelang pertandingan naik sepeda motor Malang-Surabaya pp untuk perbaikan elektronik

PERJUANGAN TIM ROKET AIR MESIN ITATS RAIH BEST HORIZONTAL KRAI 2011


Perjuangan tak kenal menyerah tim roket air ITATS new class star membuahkan hasil membanggakan , ketika akhirnya mereka meraih prestasi bergengsi menyabet gelar “best horizontal” dalam Kontes Roket Air Indonesia tingkat nasional (KRAI 2011) yang digelar di Universitas Brawijaya Malang tanggal 21 – 22 Nopember 2011. KRAI 2011 diselenggarakan oleh DIKTI bekerjasama dengan Universitas Brawijaya Malang melombakan dua kelas yaitu kelas horizontal dan vertical.


Erwan ketua tim menunjukkan roket air dan piala Best Horizontal KRAI
 

KRAI 2011 diikuti oleh 20 tim finalis dari 14 perguruan tinggi negeri dan swasta se-Indonesia yaitu Politeknik Banjarmasin, Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, Universitas Sriwijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Negeri Surakarta, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Brawijaya, Institut Teknologi Nasional, Institut Teknologi Adhi Tama Surabaya, Universitas Negeri Jember, dan Universitas Hasanuddin.
Pada saat sesi presentasi KRAI 2011 dihadapan juri di hari pertama roket air ITATS bisa dioperasikan dengan normal, namun saat malam hari ketika di-trial elektronik roket ngadat karena sebagian komponen panas dan rusak, serta wiring pada pcb mengelupas akibatnya peluncur (launcher) roket tidak bisa bekerja optimal padahal esok harinya harus bertanding. Setelah dilakukan berbagai upaya perbaikan tetap gagal sehingga diputuskan untuk diperbaiki di kampus yang komponen dan peralatannya lengkap. Karena tidak ada mobil maka dua anggota tim jam 22.15 wib boncengan sepeda motor menuju ke kampus ITATS di Surabaya. Malam itu hujan rintik-rintik tidak dihiraukan, mereka memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi sehingga 90 menit sudah sampai di Surabaya. Setelah dilakukan perbaikan mereka kembali memacu sepeda motornya sehingga jam 4 dinihari mereka telah sampai lagi ke asrama mahasiswa UB-Malang tempat peserta menginap. “Ketika dipasang dan launcher bisa normal lagi, rasa capek-capek langsung hilang,” ujar Erwan Trianggoro selaku ketua tim roket air ITATS. Tim roket air ini beranggotakan Erwan Trianggoro, Yudhi Setiawan, Bayu Adi Saputra dan M. Zaini Ma’ruf mereka semua mahasiswa Teknik Mesin ITATS semester tiga.
Pada saat sesi latihan peluncuran tim ITATS tidak bisa ambil bagian karena mereka masih menyiapkan launcher sehingga datang terlambat. Ketika melihat lintasan horizontal roket air mereka kaget karena ternyata lintasannya datar dan bagian belakang yang naik 2o hanya pada panjang 6 meter saja, sedangkan saat latihan di kampus ITATS mereka membuat lintasan naik 2o tiap 2 meter sehingga lintasan saat latihan naiknya cukup tinggi. Justru dengan kesalahan persepsi ini membuat tim roket ait ITATS terbiasa dengan medan yang lebih berat dibandingkan saat bertanding. Dan benar akhirnya pada saat pertandingan tim roket air mencatat waktu tercepat yaitu 0,74 detik untuk panjang lintasan 35 meter atau kecepatan roket rata-rata 170 km/jam jauh meningalkan semua lawan-lawanya, karena peserta lain kebanyakan waktu tercepatnya diatas 2 detik. “Kami sangat bersyukur karena walaupun kami telah salah mempersepsikan aturan saat latihan namun justru malah menguntungkan, “ kata Erwan ketua tim yang diamini oleh semua anggota tim.
Cobaan ternyata masih berlanjut, saat peluncuran roket kelas horizontal akan dilakukan gerimis mulai turun. Karena panitia tidak menyediakan payung, saat persiapan peluncuran roket terpaksa mereka bertiga berangkulan di atas launcher melindungi komponen elektronik supaya tidak terkena air. Ketika roket air meluncur sangat kencang dan berhasil memecahkan rekor KRAI mereka melompat-lompat kegirangan dan lupa meninggalkan launcher terkena air hujan, akibatnya terjadi konsleting komponen elektronik. Untung masih bisa diperbaiki dengan cara di jamper langsung menggunakan kabel. Pada peluncuran horizontal kedua roket ITATS masih mampu mencapai waktu terbaik sama dengan peluncuran pertama. Namun saat peluncuran kelas vertical, baik peluncuran pertama dan kedua elektronik launchernya sudah tidak bisa bekerja karena komponennya terbakar akibat konsleting yang cukup parah. Banyak hikmah yang bisa diambil dari perjuangan tim roket air ITATS dalam meraih sukses. (bambang s).